life does not equal knowledge

10 04 2011

Hidup itu seperti sebuah samudera yang luas, yang tak ada ujungnya. Sebuah samudera yang tidak bisa tentukan hal-hal yang bisa terjadi. Hidup itu berbeda dengan Pengetahuan. Pengetahuan bisa kita buat sebuah variabel kontrol dimana kita dapat menemukan sebuah kebenaran yang konkrit, dimana kebenaran itulah yang dijadikan sebagai acuan yang kita sebut dengan sebuah ilmu.

Berbeda dengan kehidupan. Dalam kehidupan kita tidak dapat menentukan dan membuat sebuah variabel kontrol untuk menemukan sebuah kebenaran yang konkrit. Mengapa demikian…? Apakah serumit itukah hidup sehingga tidak dapat dibuat sebuah percobaan untuk mengambil suatu materi yang bisa kita jadikan sebagai sebuah acuan.

Tentunya Hidup itu sangat rumit, dimana dalam kehidupan terdapat perasaan, logika, dan rasa kasih sayang. Ketiga hal tersebut tentunya berkaitan dengan manusia lainnya. Kita tidak dapat menentukan sebuah variabel kontrol dalam kehidupan mengapa? karena benda yang kita jadikan variabel kontrol dalam kehidupan adalah manusia, dimana manusia memiliki ke 3 hal tersebut yaitu perasaan, logika, dan kasih sayang.

Perasaan orang tidak bisa kita jadikan variabel kontrol karena perasaan orang selalu berubah-ubah tidak tetap seperti sebuah benda. Perasaan itu sangat erat dengan lingkungannya. Lingkungan dapat membuat perasaan manusia senang atau sebaliknya yaitu kesedihan.

Logika manusia pun sangat berbeda, kita tidak dapat menentukan kerja logika seseorang. Karena logika seseorang bekerja dengan sendirinya, walaupun demikian untuk merangsang kerja logika manusia membutuhkan sebuah masalah dari lingkungannya. Semakin banyak ia mendapat pengalaman dari lingkungan logikanya pun semakin bekerja dengan optimal.

Hal terakhir ini lah yang merupakan sesuatu yang sangat sulit kita jadikan variabel kontrol bahkan tidak mungkin. Kasih sayang manusia terhadap manusia lainnya tidak bisa kita perkirakan. Sebagai contoh seorang manusia sudah memberikan kasih sayang dengan setulus hati kepada manusia lainnya, namun terkadang manusia lainnya tidak sadar kasih sayang tersebut sehingga menghiraukannya. Hal ini bila kita cermati sebagai sebuah pengetahuan anggap orang yang memberikan kasih sayang sebuah aksi sedangkan manusia yang diberikan kasih sayang tersebut adalah reaksi. Seharusnya menurut hukum newton adalah Aksi = Reaksi namun dalam kasih sayang Aksi belum tentu akan menghasilkan reaksi. Sehingga setulus apapun kasih sayang diberikan belum tentu akan mendapatkan sebuah reaksi yang sebaliknya.

Ketiga hal itulah yang terkadang membuat hidup sulit, membuat hidup yang sebenarnya simple menjadi sangat rumit, membuat manusia lemah dan akhirnya jatuh. Satu hal yang mesti kita cermati dalam hidup bahwa kehidupan tidak bisa dibentuk sebuah variabel kontrol yang artinya kehidupan itu tidak bisa kita hitung dan diperkirakan. Manusia hanya bisa menjalani hidup dengan memberikan ketulusan dengan sepenuh hati.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: