Prasangka, Diskriminasi dan Etnosentrisme dalam Masyarakat

6 01 2011

Hidup dalam masyarakat adalah hidup dengan individu-individu di mana setiap individu memiliki sifat dan sikap yang berbeda dengan individu lain, sehingga proses sosialisasi dalam masyarakat pun sangat bervariasi sesuai dengan tiap-tiap individu yang bersangkutan. Perbedaan sifat dan sikap individu terkadang membuat pandangan terhadap seseorang berbeda-beda, sehingga terkadang sikap-sikap terhadap pandangan tersebut yang negatif, seperti sikap Prasangka.

Prasangka dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki pengertian bahwa prasangka adalah pendapat (anggapan) yg kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui (menyaksikan, menyelidiki) sendiri. Dari pengertian diatas dapat kita garis bawahi dari prasangka adalah anggapan kurang baik. Sehingga kalau kita maknai bahwa prasangka itu adalah suatu anggapan yang kurang baik terhadap seseorang. Hal ini sering terjadi dalam sosialisasi dalam masyarakat, Prasangka ini dapat hadir dalam masyarakat karena beberapa faktor yaitu:

  1. Belum saling mengenalnya antarindividu
  2. Perbedaan pandangan dan sikap
  3. Perbedaan visi dan misi
  4. Perbedaan Kultur Kebudayaan
  5. Perbedaan prinsip

Faktor-faktor itulah yang menyebabkan seringnya seseorang berprasangka pada orang lain. Faktor pada point pertama merupakan faktor yang paling sering memicu prasanga, Hal ini terjadi karena orang yang belum dikenal biasanya membuat orang disekitarnya berprasangka pada apa yang dilakukannya, karena orang tersebut tidak mengetahui watak dan sifat orang yang belum dikenal.

Terkadang Prasangka-prasangka yang berlebihan akan membuat suatu masyarakat terpecah menjadi kelompok. Kelompok-kelompok ini terjadi akibat dari prasangka yang berlebihan terhadap kelompok lainnya akibat prasangka yang menyebabkan Diskriminasi. Dalam kamus besar bahasa Indonesia Diskriminasi dapat diartikan sebagai pembedaan sikap dan perlakuan terhadap sesama manusia. Dalam pengertian tersebut ada 1 kata penting yaitu pembedaan. Jika kita kaitkan dengan istilah prasangka, Diskriminasi merupakan puncak dari Prasangka, dalam artian bahwa Prasangka yang berlebihan akan membuat Diskriminasi.

Tentunya akibat diskriminasi ini akan menyebabkan masyarakat menjadi berkelompok-kelompok. Apabila Prasangka dan Diskriminasi sangat besar pada masyarakat akan menghasilkan perpecahan sehingga dalam masyarakat nantinya akan melebihkan atau mempercayai kelompoknya masing-masing hal ini kita kenal dengan istilah Etnosentrisme. Etnosentrisme ini merupakan suatu yang sangat berbahaya dalam masyarakat karena etnosentrisme ini akan menciptakan perpecahan yang berkibat fatal dalam masyarakat. Paling fatal dalam masyarakat akibat sikap etnosentrisme yang berlebihan adalah konflik yang berkepanjangan, karena tidak ada salah satu kelompok yang mau bekerjasama dan mempercayai kelompok lainnya.

Prasangka, Diskriminasi, dan Etnosentrisme merupakan 3 hal yang sebaiknya tidak ada dalam masyarakat karena ketiga ini merupakan sesuatu yang membuat sebuah percikan konflik yang dapat berkepanjangan seperti dibeberapa negara yang ada di wilayah afrika dan timur tengah, akhirnya merugikan banyak pihak. Walaupun demikian ada satu hal yang masih diperkenankan kita miliki, yaitu prasangka. Kita harus memiliki prasangka pada orang lain, hal ini tentunya agar kita selalu bersikap awas pada orang lain terlebih yang belum kita kenal


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: