Why must Macet?

15 10 2010

Macet Jakarte

Why must macet? mungkin ini sebuah pertanyaan yang serada mungkin sulit dijawab. Kalau kita dengar dimedia elektronik kalau gak kita baca di media masa, pasti kita dengar suatu perdebatan yang gak selesai-selesai. Media biasa menggembor-gemborkan bahwa masalah kemacetan karena pemerintah yang kurang memperhatikan infrastuktur transportasi, nah nanti pada saat wakil pemerintah diwawancarai tentang macet mereka juga menyalahkan masyarakat dan juga faktor alam yang merusak. Akhirnya antara pemerintah maupun masyarakat saling menyalahkan sebab-sebab macet.

Nah kalau kita perhatikan, macet memang benar berasal dari infrastuktur. Jika anda sering berlalu-lalang dijalan-jalan utama pusat kota, tentunya lobang dah jadi suatu hal lazim. Saking lazimnya supir-supir sudah hapal dengan lobang. Lain-halnya untuk umum, jika anda datang ke Terminal. Anda akan liat sebuah tempat seperti kumpulan bis. Kelayakan infrastuktur kurang diperhatikan, bahkan tidak penting. Tempat penunggu bis yang benar-benar tidak layak, apa lagi tiap detik pedagang asongan pasti ngejajakin dagangannya. Wah kalau bau memang sangat, gak perlu ditanya lagi. Nah yang gak masuk akal lagi pakai ada pajak retribusinya. Serada gila kan, udah gak nyaman pake bayar lagi……….

Tapi kalau diliat-liat mungkin dulu pada saat pertama kali dibangun Terminalnya cukup layak. Namun sayan

Terminal pulogadung

g nya banyak tangan usil masyarakat yang membuat rusak infrastuktur ini, kayak coretan, sampah dimana-mana dan lainnya. Alhasil Terminal jadi berantakan dan gak layak, akibat itulah kebanyakan masyarakat lebih suka naik kendaraan umum di pinggir jalan kadang dipinggir jalan yang ada lambang S yang digaris miring. Pastinya hal ini membuat macet dijalan-jalan.

Selain Terminal yang gak beres, angkutannya umumnya juga kurang waras. Hal ini cukup menganggu kondisi baik fisik maupun dari psikis dari penumpang kendaraan umum tersebut. Secara fisik penumpang sangat kurang nyaman dengan kondisi fisik dari kendaraan tersebut apalagi dengan suasananya, tiap detik pedagang lalu-lalang menjajakkan dagangannya gimana bisa nyaman coba. Secara psikis penumpang sangat membuat tidak nyaman mungkin hingga emosi, gimana tidak kendaraan umum kalau ngetem kadang enggak ketulungan itungannya bukan menit lagi tapi jam-an.

Kalau kayak gitu gimana masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Sudah lebih nyaman dan juga cepat. Alhasil jalan jadi membludag dengan kendaraan pribadi jadinya macet. Jadi macet itu gak bisa disalahkan salah satu saja seperti hanya pemerintah saja atau masyarakatnya saja. Pemerintah dan masyarakat seharusnya saling bekerjasama membuat suatu kenyamanan dalam transportasi umum guna mengurangi macet akibat membludagnya kendaraan. Ada beberapa syarat menurut saya untuk mengatasi kemacetan

  1. Pemerintah

    Angkutan yang cukup nyaman

    harus lebih memperhatikan infrastuktur khususnya terminal

  2. Masyarakat seharusnya lebih menjaga infrastuktur agar dapat nyaman digunakan.
  3. Kendaraan umum harus lebih dijadwal dan dimanajemen dengan baik sehingga kendaraan umum tidak membuang-buang waktudijalan untuk menunggu penumpang
  4. Pemerintah harus benar-benar menguji kendaraan umum, apakah benar-benar layak untuk digunakan dan juga tingkat kenyamanannya

Nah kalau kendaraan umum sudah bener-bener bagus dan termanagemen dengan baik, pastinya masyarakat akan lebih memilih kendaraam umum. Pastinya kendaraan pribadi jadi berkurang alhasil kemacetan bisa ditanggulangi.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: